Let's Start with Why

Ini cerita kami.

Simon Sinek, penulis dan motivator ternama asal Amerika Serikat, selalu berkata “Kita harus memulai dengan Kenapa”. Jadi inilah “kenapa”-nya saya, cerita saya.

Saya memulai TinkerSpace sebagai usaha sosial tahun 2019 karena saya ingin “mengubah dunia”. Di tahun pertamanya, TinkerSpace merancang dan menjalankan beragam program di Bali. Kami menjalankan program magang dan juga social enterprise experience trip, bersama-sama dengan usaha-usaha sosial lokal di Bali. Kami berusaha mendorong pertumbuhan usaha sosial ini dengan bermitra dengan mereka dalam menjalankan program, disertai dukungan keahlian kami melalui jasa konsultasi TinkerSpace. Melalui program-program ini, kami menyediakan bantuan skill spesifik yang diperlukan oleh usaha sosial untuk bertumbuh dan memberdayakan penerima manfaat mereka secara efektif.

Namun setelah bekerja bersama-sama dengan beragam usaha sosial di Bali dan juga di luar pulau melalui kemitraan dengan akselerator usaha sosial lainnya, saya mulai menyadari bahwa ada banyak tantangan yang dihadapi oleh wirausaha sosial perempuan seperti saya, yang ingin “mengubah dunia”, yang tak pernah dibahas dan dibicarakan secara terbuka sebelumnya.

Dalam hal bisnis,selalu saja ada banyak hal yang harus dilakukan, namun sumber daya sangat sedikit! Banyak sekali hal yang harus dikerjakan sendiri, dan seringkali membutuhkan bakat desain visual (yang tidak dimiliki oleh semua orang) agar kita dapat menciptakan image bisnis yang pantas dan menarik, seperti di website maupun media sosial. Untungnya, saya punya latar belakang Branding dan Marketing (Pemasaran dan Merek), dan saya senang sekali mengutak-atik. Saya mencoba, menguji, dan kemudian mengumpulkan beragam perangkat dan strategi yang bermanfaat, dan kemudian mendirikan TinkerSpace Labs untuk membantu wirausaha perempuan dan wirausaha sosial lainnya.

Sebagai pendiri usaha, ak ada seorangpun yang pernah bilang ke saya, bahwa perjalanan sebagai wirausaha sosial perempuan dapat terasa begitu melelahkan. Saya seringkali merasa kesepian, karena sedikit sekali yang mengerti pergumulan saya karena saya punya prioritas dan nilai-nilai yang agak berbeda dengan wirausaha lainnya. Saya memulai perjalanan dengan mengabaikan diri saya sendiri. Saya bahkan tak punya mimpi untuk diri saya sendiri, saya begitu ingin berfokus pada menolong sesama yang membutuhkan, dan memiliki mimpi untuk diri sendiri terasa begitu egois. Tapi kemudian saya belajar bahwa inilah cara tercepat mencapai titik jenuh dan burnout. Saya merasa frustasi karena proses perubahan berjalan begitu lambat, namun lebih karena saya sendiri sangat kelelahan.

Namun setelah beberapa kali putar balik, nyasar ke sana kemari, dan beberapa kali mengalami breakdown, saya memutuskan untuk menghadapi tantangan pribadi saya dan mulai merambah dunia kesehatan mental. Saya menyadari, saya tak dapat “peduli pada sesama” bila saya tak tahu caranya untuk peduli pada diri sendiri, baik secara fisik maupun mental. Saya pun belajar berbagai teknik penyembuhan diri sendiri, yang kemudian membuat saya sadar terhadap beragam trauma yang terjadi di masa lalu, serta kepercayaan yang salah mengenai diri saya sendiri, yang kemudian mempengaruhi kehidupan saya, cara kerja saya, cara saya memimpin, serta cara saya menjalankan usaha saya.

Perjalanan kesembuhan sifatnya tidak linear, dan prosesnya bisa memakan waktu seumur hidup. Tapi saya ingin sekali membagi apa yang saya temui sejauh ini, sebagai sesama pendiri usaha sosial, bahwa kita bisa peduli pada sesama, dan juga peduli pada diri sendiri.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman ini, tahun 2020 saya memutuskan untuk merombak TinkerSpace, agar saya dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh orang lain, dengan memanfaatkan keahlian saya, yaitu Branding dan Marketing.

Saya harap melalui program dan layanan yang disediakan, TinkerSpace dapat berkontribusi memberikan dukungan bagi wirausaha perempuan dan wirausaha sosial. Dan tidak, kami tidak lagi ingin mengubah dunia. Kami hanya ingin membantumu mencapai dampak sosial dan lingkungan yang ingin kamu capai, kalau itu yang kamu inginkan. Tapi kalaupun kamu tidak ingin mengubah dunia, tapi hanya ingin mengubah hidup pegawai-pegawaimu, tidak apa-apa juga.

Mengubah dunia tidak akan pernah mungkin dilakukan. Tapi kita bisa kok, mengubah diri kita sendiri dan beberapa orang lain. Semoga TinkerSpace dapat membantumu melakukannya.

love,
Citra Savitri

id_ID